Kabupaten Magelang – Sebagai wujud pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang (KBN) melaksanakan kegiatan penelitian sekaligus edukasi kesehatan mengenai Senam Kaki Diabetik sebagai Upaya Peningkatan Sensitivitas Kaki pada Penderita Diabetes Melitus di Dusun Jetak, Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Desa Sidorejo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan desa binaan yang telah beberapa kali menjadi lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sehingga terjalin hubungan yang baik antara tim peneliti dengan perangkat desa serta masyarakat setempat. Kondisi ini mendukung keterbukaan dan partisipasi aktif responden selama proses penelitian berlangsung
Desa Sidorejo memiliki karakteristik wilayah pedesaan dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan pekerja sektor informal. Tingkat pendidikan dan kondisi sosial ekonomi yang beragam turut memengaruhi pola hidup serta perilaku kesehatan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan penyakit kronis seperti diabetes melitus. Keberadaan fasilitas kesehatan seperti posyandu dan Puskesmas Kecamatan Bandongan menjadi penunjang penting dalam pemantauan kesehatan penderita penyakit tidak menular di wilayah tersebut.
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka penurunan sensitivitas kaki pada penderita diabetes melitus yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius, seperti luka kaki diabetik, ulkus, hingga amputasi. Berdasarkan hasil penjajakan awal, banyak penderita diabetes melitus di Desa Sidorejo mengeluhkan kondisi kaki yang sering terasa pegal, mudah lelah, serta berkurangnya kemampuan merasakan luka atau cedera kecil. Selain itu, praktik perawatan kaki secara mandiri, khususnya melalui senam kaki diabetik, masih tergolong rendah.
Kegiatan ini berlangsung pada periode November 2025 hingga Januari 2026 dan respondennya yaitu penderita diabetes melitus yang berdomisili di wilayah tersebut yang berjumlah 35 orang. Kegiatan ini melibatkan tim dosen yang terdiri dari Emah Marhamah, S.Kep., Ns., M.Kes, Evy Tri Susanti, S.Kep., Ns., M.Kes., Agus Setyawan, S.Kep., Ns., M.Kep, Wahyu Tri Astuti, S.Kep., Ns., M.Kep., Novida Prima Wijayanti, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Dra. Lis Nurhayati, M.Kes. Mahasiswa juga diikutsertakan dalam kegiatan ini, yaitu Alfi Riza dan Nadiatulhikmah Ayu Rizky P.
Dalam pelaksanaannya, Ibu Emah Marhamah, S. Kep, Ns, M. Kes menjelaskan kepada responden mengenai pentingnya perawatan kaki pada penderita diabetes melitus serta dilatih melakukan senam kaki diabetik secara langsung. Senam kaki diabetik dilakukan secara terstruktur dan dipandu oleh tim peneliti, dengan tujuan melancarkan sirkulasi darah, menjaga kekuatan otot kaki, serta membantu mempertahankan sensitivitas kaki. Responden juga diberikan penjelasan mengenai tanda-tanda awal gangguan pada kaki yang perlu diwaspadai serta pentingnya pemeriksaan kaki secara rutin. Selain diberikan edukasi dalam penelitian ini juga dilakukan pengecekan sensitivitas pada kaki responden oleh tim peneliti dan dilanjutkan dengan praktik senam kaki diabetik yang dipimpin oleh bapak Agus Setiyawan, S.Kep., Ns., M.Kep., dalam pelaksanaan senam kaki tersebut responden sangat antusias dan bersemangat melakukan senam kaki diabetik tersebut.
Pihak Desa Sidorejo Bandongan menyambut baik kegiatan penelitian ini karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat khususnya penderita dibetes melitus. Kepala Desa Sidorejo Bandongan, Bapak Sudarsono mengatakan melalui pelaksanaan senam kaki diabetik secara langsung, kesadaran penderita diabetes melitus terhadap pentingnya perawatan kaki dan mencegahan komplikasi diharapkan dapat meningkat, dan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“ Kami mengapresiasi kegiatan ini dan kami menilai bahwa edukasi dan praktik senam kaki diabetik sangat bermanfaat serta mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi awal pengembangan program promotif dan preventif di tingkat desa, khususnya dalam upaya pencegahan komplikasi kaki diabetes”.
Dalam pelaksanaan penelitian ini terlihat sekali keaktifan dan atusias dari responden baik saat penyampaian materi edukasi maupun saat senam kaki. Karena mereka ingin menghilangkan rasa kesemutan, kebas pada kakinya, sehingga harapannya dengan dilakukan kegiatan penelitian ini responden menjadi lebih memahami cara merawat kaki secara mandiri serta pentingnya melakukan aktivitas fisik sederhana secara rutin sebagai bagian dari pengelolaan diabetes melitus. Ketua STIKES KBN Magelang, Ibu Wahyu Tri Astuti, S.Kep., Ns., M.Kep dalam kegiatan pembukaan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sejak dini.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata peran STIKes KBN Magelang dalam pengabdian dan penelitian yang berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan komplikasi diabetes melitus. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata, meningkatkan kesadaran, serta menjadi langkah preventif bagi penderita diabetes”.
Penelitian senam kaki diabetik pada masyarakat yang menderita diabetes melitus di Desa Sidorejo Bandongan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam mencegah komplikasi kaki pada penderita diabetes melitus. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi STIKES KBN dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan preventif yang berkelanjutan. Ke depan, STIKES KBN Magelang berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan dan terarah, khususnya dalam bidang edukasi kesehatan di masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi STIKES KBN Magelang untuk berperan aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat melalui kegiatan pendidikan kesehatan.