Magelang – STIKes Karya Bhakti Nusantara (KBN) Magelang terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui partisipasi dosen dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh International College RMUTK pada 7–10 Februari 2026 di Thailand.
Dalam agenda tersebut, Ketua STIKes Karya Bhakti Nusantara, Wahyu Tri Astuti, S.Kep., Ns., M.Kep., berpartisipasi dalam program Visiting Professor, seminar internasional, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi kerja sama institusi dan penguatan kolaborasi Indonesia–Thailand di bidang kesehatan.
Visiting Professor: DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF)
Pada program Visiting Professor, Wahyu Tri Astuti menyampaikan materi berjudul “DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF).” Materi ini membahas konsep dasar DHF, patofisiologi, tanda dan gejala klinis, faktor risiko, serta strategi pencegahan dan penanganan awal yang tepat.
Sebagai negara tropis, Indonesia dan Thailand masih menghadapi tantangan penyakit berbasis vektor seperti dengue. Oleh karena itu, pemaparan materi menekankan pentingnya deteksi dini, edukasi masyarakat, serta penguatan upaya promotif dan preventif di tingkat keluarga dan komunitas. Sesi diskusi berlangsung interaktif dan membuka ruang pertukaran pengalaman praktik kesehatan antara kedua negara.
Seminar Internasional: Peran Self-Diagnose dalam Deteksi Dini Kecemasan Mahasiswa
Dalam sesi seminar internasional, Wahyu Tri Astuti mempresentasikan hasil penelitian berjudul:
“THE ROLE OF SELF-DIAGNOSE IN EARLY DETECTION OF ANXIETY IN STUDENTS IN MAGELANG: A CROSS-SECTIONAL STUDY.”
Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi tim yang terdiri dari Agus Setiyawan, Novida Prima W, Wahyu Tri Astuti, Kurniawan Bagus, dan Ida Rianawati, dengan Wahyu Tri Astuti bertindak sebagai perwakilan tim dalam forum internasional tersebut.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 85 responden mahasiswa di Kota Magelang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tekanan akademik, sosial, dan tuntutan masa depan yang berpotensi memicu kecemasan pada mahasiswa. Temuan yang ada menegaskan bahwa kemampuan mahasiswa dalam melakukan self-diagnose berperan penting dalam deteksi dini serta pengelolaan kecemasan secara lebih adaptif.
Pengabdian kepada Masyarakat
Selain kegiatan akademik, Wahyu Tri Astuti juga mempresentasikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul:
Dalam seminar internasional, Wahyu Tri Astuti mempresentasikan materi berjudul “Community Education on Stunting Prevention Using Iodized Salt.”
Materi yang dipresentasikan mengangkat hasil kegiatan edukasi pencegahan stunting melalui pemanfaatan garam beryodium kepada orang tua balita. Intervensi dilakukan dengan pendekatan edukatif berbasis komunitas, disertai evaluasi melalui post-test. Hasil menunjukkan 77,27% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik setelah edukasi, tanpa adanya kategori pengetahuan kurang. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi sederhana dan terstruktur dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting.
Keikutsertaan Ketua STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang dalam rangkaian kegiatan internasional ini mencerminkan komitmen STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang dalam meningkatkan kapasitas dosen, memperluas jejaring kerja sama global, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu keperawatan dan kesehatan masyarakat di tingkat internasional.