Yogyakarta, 10–11 Februari 2026 — Dalam rangka meningkatkan mutu tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, LPPM bersama Forkom LPPM PT Jawa Tengah melaksanakan kegiatan benchmarking ke LPPM Universitas Ahmad Dahlan dan LPPM Universitas Sanata Dharma pada hari pertama, serta ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada pada hari kedua.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sistem dan tata kelola kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan hibah penelitian dan pengabdian, penyusunan roadmap riset unggulan, sistem monitoring dan evaluasi, serta strategi peningkatan luaran seperti publikasi ilmiah, hak kekayaan intelektual (HKI), dan hilirisasi hasil riset.
Dalam sesi paparan, masing-masing Ketua LPPM dan Kepala Direktorat menyampaikan best practices yang diterapkan di institusinya, termasuk digitalisasi layanan penelitian, sistem pendampingan proposal hibah, hingga penguatan kolaborasi lintas disiplin. Diskusi berlangsung interaktif dengan fokus pada penguatan tata kelola yang adaptif, akuntabel, dan berdampak.
Ketua LPPM STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang, Novida Prima Wijayanti, S.Kep., Ns., M.Kep yang juga mengikuti kegiatan ini, menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking ini merupakan langkah konkret untuk melakukan refleksi dan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan tridharma perguruan tinggi.
“Benchmarking ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi kami. Banyak praktik baik yang dapat kami adaptasi, terutama dalam sistem tata kelola penelitian dan pengabdian yang terintegrasi dan berbasis mutu. Harapannya, hasil kunjungan ini dapat kami implementasikan untuk meningkatkan kualitas layanan LPPM di institusi kami,” ungkap Ketua LPPM.
Selain memperkuat pemahaman tata kelola, kegiatan ini juga menghasilkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah, di antaranya Universitas Tlogorejo Semarang, STIKes Serulingmas, Universitas Ngudi Waluyo, serta Universitas Muhammadiyah Gombong. Kerja sama ini mencakup kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, publikasi bersama, pertukaran reviewer, serta penguatan kapasitas dosen melalui program pelatihan dan pendampingan.
Ketua Forum Komunikasi (Forkom) LPPM PT Jawa Tengah, Ir. Suwarno Widodo, M.Si juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing institusi.
“Melalui kegiatan bersama seperti ini, kita tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga membangun jejaring yang saling menguatkan. Forkom LPPM PT Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi strategis agar kualitas penelitian dan pengabdian di Jawa Tengah semakin meningkat dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui benchmarking ini, LPPM berharap dapat mengimplementasikan berbagai inovasi tata kelola yang diperoleh selama kunjungan, sehingga mampu memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi masyarakat. Sinergi yang terbangun bersama Forkom LPPM PT Jawa Tengah diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan ekosistem riset dan pengabdian yang unggul, kolaboratif, dan berkelanjutan.