Magelang, 19 November 2025 – Upaya pencegahan stunting terus digencarkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Kegiatan yang bertempat di Aula Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Sidorejo ini mengangkat tema edukasi pencegahan stunting melalui pemanfaatan garam beryodium.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Wahyu Tri Astuti, S. Kep, Ns., M. Kep bersama tim dosen yang terdiri dari Evy Tri Susanti S. Kep, Ns., M. Kes, Emah Marhamah S. Kep, Ns., M. Kep, Dra. Lis Nurhayati, M. Kes, Novida Prima W S. Kep, Ns., M. Kep, dan Agus Setiyawan, S. Kep, Ns., M. Kep, serta melibatkan mahasiswa Naily Asna Muna dan Dava Alfarizi Syahwa Laksono. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan pendanaan dari Ketua Yayasan.
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Wahyu Tri Astuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian tenaga pendidik terhadap permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya stunting. Beliau berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa penggunaan garam beryodium merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar dalam mencegah gangguan pertumbuhan pada anak.
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian serius karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak. Kurangnya asupan zat gizi mikro, termasuk yodium, menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan.
Peserta kegiatan dipilih dari kalangan orang tua karena memiliki peran penting sebagai pengambil keputusan dalam pemilihan bahan pangan dan pola konsumsi keluarga. Kegiatan edukasi diikuti oleh 22 peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung pengujian kandungan yodium pada garam yang biasa digunakan peserta dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh peserta diminta membawa garam yang biasa dikonsumsi oleh keluarga masing-masing untuk kemudian diuji menggunakan Tes Kit Yodium. Dalam praktik tersebut, tim pelaksana juga menampilkan contoh garam beryodium dan garam yang tidak mengandung yodium sebagai bahan pembanding. Proses pengujian dilakukan menggunakan alat demonstrasi berupa Tes Kit Yodium, sendok kecil, serta piring sebagai media uji coba. Kegiatan praktik ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta agar mampu membedakan garam beryodium dan non-beryodium secara mandiri.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai stunting dan pemanfaatan garam beryodium. Namun, setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan. Hampir seluruh peserta menunjukkan pemahaman yang baik mengenai stunting dan pentingnya penggunaan garam beryodium dalam pencegahan gangguan pertumbuhan pada anak. Selain itu, tidak ditemukan lagi peserta dengan tingkat pengetahuan yang kurang setelah kegiatan berlangsung.
Secara keseluruhan, kegiatan edukasi ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan serta diperluas jangkauannya agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara optimal dan berkesinambungan di masyarakat.