Mini Festival SEJENAK 2025: “Ruang Hening” untuk Pulihkan Mental, STIKes KBN Turut Berkolaborasi

Mini Festival SEJENAK 2025: “Ruang Hening” untuk Pulihkan Mental, STIKes KBN Turut Berkolaborasi


 MAGELANG — Mini Festival SEJENAK (A Brief Moment to Pause) yang digelar pada Rabu, 12 November 2025 di Gedung Auditorium Edusmart Soerojo Hospital berlangsung meriah dan penuh makna. Acara kolaboratif antara RSUD dr. Soerojo Magelang dan Yayasan Ubah Stigma Indonesia ini menghadirkan berbagai pakar kesehatan mental, penyintas, serta komunitas peduli kesehatan jiwa. Mulai pukul 07.30 hingga sore hari, ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, guru BK, masyarakat umum, penyintas gangguan mental, kader kesehatan mental, hingga caregiver mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.

 

Dalam kesempatan tersebut, juga di hadiri oleh Ketua Stikes Karya Bhakti Nusantara Magelang yaitu Wahyu Tri Astuti, S. Kep, Ns., M. Kep, dan juga Wakil Ketua III yaitu Emah Marhamah, S. Kep, Ns., M. Kes. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa, mengelola stres, serta menciptakan ruang aman untuk saling berbagi dan saling mendukung. Agus Setiyawan, S. Kep, Ns., M. Kep selaku dosen Keperawatan Jiwa STIKes KBN Magelang menyampaikan “Ruang hening menjadi momen berharga untuk kembali mengenali diri, menenangkan pikiran, dan memperkuat ketahanan mental agar kita mampu menjalani aktivitas dengan lebih positif dan produktif,” ungkapnya.

 

Kegiatan dibuka dengan sesi utama bertajuk “STAND” yang disampaikan oleh Prof. Herni Susanti, S.Kp., M.N., Ph.D, dilanjutkan materi dari Asaelia Aleeza, B.Sc, M.Sc, M.Psi, Psikolog dari Ubah Stigma Indonesia, serta pemaparan perwakilan Soerojo Hospital oleh Rukmono Siswishanto, MD. Seluruh pengisi acara memberikan penekanan pentingnya ruang refleksi dan jeda emosional sebagai upaya pemulihan kesehatan mental di tengah dinamika hidup modern.

Dalam sesi inti, para peserta mendapatkan wawasan mendalam dari para ahli internasional, yakni Prof. Karina Lovell dan Dr. Mia Benion dari University of Manchester. Materi berlanjut ke sesi talk show yang dipandu oleh tiga narasumber yang kompeten di bidangnya: Swastika Wulan PNP, M.Psi, Psi, penyintas Usna Aning, serta Ns. Sambodo Priyadi Pinilih, M. Kep., Sp. Kep.J. Audiens diajak memahami pengalaman nyata pemulihan mental sekaligus strategi dukungan psikososial yang efektif.

 

Tak hanya edukatif, Mini Festival SEJENAK juga menghadirkan Art Workshop bersama Astri Fatwasari, M.Psi., Psikolog, yang mengajak peserta mengekspresikan emosi melalui karya seni. Sesi dilanjutkan dengan Support Group bersama Arum Widinugraheni, M.Psi, yang memberikan ruang aman bagi peserta untuk saling berbagi cerita dan pengalaman. Para narasumber yang hadir merupakan para ahli berpengalaman, memberikan perspektif komprehensif mengenai isu kesehatan mental dari berbagai sudut pandang profesional.

 

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Bhakti Nusantara (STIKes KBN) turut ambil bagian dalam menyukseskan kegiatan ini melalui berbagai bentuk kolaborasi. Selain mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan, STIKes KBN juga menampilkan pertunjukan seni Tari Sintren sebagai bentuk penyambutan sekaligus pelestarian budaya dalam suasana yang inklusif. Tidak hanya itu, STIKes KBN menyediakan booth edukasi bertema Ansietas/Kecemasan, yang menarik perhatian banyak peserta untuk melakukan skrining kecemasan dan berkonsultasi mengenai kesehatan mental.

 

Acara yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB ini berjalan dengan penuh energi positif. Setiap sesi dipenuhi peserta yang mengikuti dengan antusias, baik dalam diskusi, workshop, maupun kegiatan komunitas. Mini Festival SEJENAK 2025 bukan sekadar agenda edukasi, tetapi menjadi ruang aman untuk memahami diri, saling mendukung, dan merayakan keberanian dalam menghadapi isu kesehatan mental.

 

Dengan sinergi kuat antara lembaga kesehatan, komunitas, dan institusi pendidikan seperti STIKes KBN, kegiatan ini berhasil memperkuat kesadaran publik bahwa kesehatan mental adalah komponen penting dalam kehidupan, yang perlu dirawat—meski hanya dengan sejenak berhenti dan memberi ruang bagi diri sendiri. [red: setiyawan.agus]



Berita Terkait

Peresmian STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang: Langkah Baru Menuju Pendidikan Tinggi Kesehatan yang Unggul
Peresmian STIKes Karya Bhakti Nusantara Magelang: Langkah Ba...

06 Nov 2025

Baca Selengkapnya
BENCHMARKING & PENANDATANGANAN MoU STIKes KBN MAGELANG – FIKES UNIMUGO
BENCHMARKING & PENANDATANGANAN MoU STIKes KBN MAGELANG – FIK...

17 Nov 2025

Baca Selengkapnya
LLDIKTI Wilayah VI Lakukan Pendampingan Migrasi Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Menjadi STIKes KBN Magelang
LLDIKTI Wilayah VI Lakukan Pendampingan Migrasi Akademi Kepe...

24 Nov 2025

Baca Selengkapnya